KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS
RT RW NET HARGA MAHASISWA
DISUSUN OLEH :
NAMA : AKHMAD ZAM ZAM SANTOSO
NIM : 15.11.9392
KELAS : 15.S1TI.13
KELOMPOK : J
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA (TI)
STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
TAHUN 2016
Abstrack
RT RW Net adalah jaringan komputer swadaya masyarakat dalam ruang lingkup RT RW melalui media kabel atau Wireless 2.4 Ghz dan Hotspot sebagai sarana komunikasi rakyat yang bebas dari undang-undang dan birokrasi pemerintah. Pemanfaatan RT RW Net ini dapat dikembangkan sebagai forum komunikasi online yang efektif bagi warga untuk saling bertukar informasi, mengemukakan pendapat, melakukan polling ataupun pemilihan ketua RT RW dan lain-lain yang bebas tanpa dibatasi waktu dan jarak melalui media e-Mail/Chatting/Web portal, disamping fungsi koneksi internet yang menjadi fasilitas utama. Bahkan fasilitas tersebut dapat dikembangkan hingga menjadi media telepon gratis dengan teknologi VoIP
RT RW Net Terjangkau Harga Mahasiswa
Konsep RT RW Net sebetulnya sama dengan konsep Warnet. Pemilik RT RW Net akan membeli atau menyewa bandwith dari penyedia internet / ISP (Internet Service Provider) misalkan Telkom, Indosat atau Indonet, lalu dijual kembali ke pelanggan. Yang membedakan antara Warnet dengan RT RW Net adalah tempat pelanggan berada. Pelanggan RT RW Net menggunakan internet di rumah masing-masing, tidak di tempat RT RW Net tersebut berada.
RT RW Net terhitung sangatlah murah sebagai contoh, misalkan kita berlangganan paket Indihome 10Mbps yang harganya Rp. 400 ribuan/perbulan, kemudian dishare untuk 5 orang, maka dalam sebulan setiap orang hanya akan membayar kurang lebih 180 ribu rupiah untuk akses internet berkecepatan up to 10Mbps. Biaya tersebut tentu sangat murah karena pelanggan akan bebas menggunakan internet selama 24 jam sehari selama sebulan penuh.
Andaikan biaya tersebut dibulatkan menjadi 200 ribu/bulan/pelanggan sebagai tambahan untuk biaya listirk dan perawatan peralatan, misalkan maka sama artinya dengan setiap pelanggan hanya perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp.7.000,-/hari atau Rp.300,-/Jam. Bandingkan dengan biaya akses internet di warnet, sudah tentu akan lebih murah
Tujuan terpenting dalam pembangunan RTRW Net ini adalah Turut serta dalam pengembangan internet murah di masyarakat serta Membangun komunitas yang sadar akan kehadiran Teknologi Informasi dan Internet.
Secara Sederhana, topologi dalam sebuah RTRW Net adalah sebagai berikut :
Sumber Koneksi Internet >> Modem >> Pemancar Wifi >> Antena >> Client
Kebutuhan Perangkat Standar :
1. Modem/router, disesuaikan dengan sumber koneksi internet
2. Pemancar Wifi dan perlengkapannya
Pemancar Wifi dan perlengkapannya, yang meliputi :
· Radio Akses Point
· Box Outdoor sebagai wadah Radio Akses Point. Perangkat ini wajib ada, jika AP yang digunakan adalah AP Indoor, bukan AP outdoor.
· PoE/Power over Ethernet, alat untuk memisahkan antara jalur data dengan jalur catu daya pada sebuah kabel jaringan/ethernet. Jika menggunakan AP outdoor, hanya dibutuhkan satu buah PoE, sementara kalo menggunakan AP Indoor, dibutuhkan PoE splitter yang terdiri dari sepasang (dua buah) PoE yang dipasang di bawah (dekat adaptor) dan di atas (dekat radio AP)
· Pigtail. Berfungsi untuk menyambungkan antara AP dengan Antena. Bentuknya berupa kabel coaxial sepanjang 30 – 60 cm dengan masing-masing konektor pada ujung-ujungnyanya. Tidak semua AP memerlukan pigtail ini. Beberapa produk Ubiquity seri Bullet tidak memerlukan pigtail lagi, karena AP dapat langsung disambungkan dengan konektor antena.
· Antena. Berfungsi menyebarkan signal dari radio AP. Alat ini sangat penting fungsinya dalam sebuah jaringan wireless, karena akan sangat menentukan kualitas signal yang dapat ditangkap oleh klien.
· Client. Dapat berupa Laptop dengan card wifi bawaannya, USB Wifi atau radio akses point yang diset sebagai client.
Dengan peralatan seperti diatas, kita sudah dapat mengawali sebuah usaha RT RW Net. Untuk optimalisasi dan manajemen jaringan wireless yang lebih baik, ada kalanya untuk menambahkan peralatan sebagai berikut :
1. Routerboard Mikrotik, digunakan sebagai manajemen bandwidth, otentifikasi client, hotspot login dll
2. Switch HUB, untuk membagi koneksi dari Modem atau dari routerboard mikrotik
3. Komputer Server yang difungsikan sebagai mesin Proxy, url filter dan lain sebagainya
Dengan menggunakan patokan topologi diatas, kita sudah bisa mulai berhitung berapa nilai investasi yang kita butuhkan untuk memulai usaha RT RW Net ini. Simulasinya dapat dilihat pada contoh berikut :
1. Akses Point Outdoor, dengan adaptor dan PoE, kisaran harga Rp. 580.000,-
2. Kabel UTP kualitas bagus, kisaran harga Rp. 6000/meter x 30 meter = Rp.180.000,
3. Konektor RJ-45 @ 2.500/buah x 4 = Rp. 10.000,-
4. Tiang antena Pipa Galvanis ukuran 1 Inch dan 1.25 Inch + pemasangan Rp. 400.000,-
---------------------------------------------------------------------------------------------Total : Rp. 1.170.000,-
Keterangan : Asumsi sumber koneksi menggunakan Telkom Indihome, yang dalam paket pemasangannnya sudah diberikan Modem gratis.
Perangkat pemancar Wifi diatas adalah perangkat yang banyak direkomendasikan oleh rekan-rekan yang telah menggeluti usaha RT RW Net. Hampir semua rekan sepakat untuk menggunakan AP outdoor TP-Link sebagai rekomendasi utama mereka untuk dijadikan sebagai Main AP. Pertimbangannya adalah karena praktis, tidak membutuhkan box outdoor dan pigtail, processor dan memori yang cukup tinggi dan power yang cukup besar.
Guna mendapatkan jangkauan area coverage yang maksimal, anda perlu menaikkan antena omni eksternal ke tempat yang tinggi agar client WLAN anda bisa menangkap sinyal radio anda dengan baik. Sekian sedikit ulasan tentang RT RW Net, semoga dapat bermanfaat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar